Organisasi Organisasi Pergerakan Indonesia sebagai berikut (Link) :
Tampilkan postingan dengan label PERGERAKAN NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERGERAKAN NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Februari 2012
PENGGUNAAN ISTILAH INDONESIA
Istilah ‘Indonesia‘ berasal dari kata India (bahasa Latin untuk Hindia) dan kata nesos (bahasa Yunani untuk kepulauan), sehingga kata Indonesia berarti Kepulauan Hindia. Istilah Indonesia, Indonesisch dan Indonesier makin tersebar luas pemakaiannya setelah banyak dipakai oleh kalangan ilmuwan seperti G.R. Logan, Adolf Bastian, van Vollen Hoven, Snouck Hurgronje, dan lain-lain. Dalam tabel berikut akan diuraikanperkembangan penggunaan istilah Indonesia.
Perkembangan Penggunaan Istilah Indonesia:
![]() |
James Richardson Logan |
J.R. Logan (1850) memakai nama Indonesia dalam arti geografi. Hal ini terlihat dari karangannya yang berjudul “The ethnology of the Indian Achipelago”. Kata Indonesia digunakan untuk menyebut pulau-pulau atau Kepulauan Hindia dan penduduknya adalah bangsa Indonesia. Kata Indonesia dalam arti etnologi mulai digunakan pada tahun 1884 oleh Bastian, dalam karangannya yang berjudul Indonesia Order die Inseln des Malagischen Archipels.
Kata Indonesia tidak lain adalah Kepulauan Melayu (Hindia).Sejak itu, istilah Indonesia dipakai dalam ilmu etnologi, hukum adat, dan ilmu bahasa. Dalam hal ini guru-guru besar Universitas Leiden seperti R.A. Kern, Snouck Hurgronje, van Vollen Hoven, dan lain-lain berjasa sangat besar dalam menyebarkan kata Indonesie, Indonesier, dan Indonesisch.
PERKEMBANGAN PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA
A. Pengaruh Perluasan Kekuasaan Kolonial, Perkembangan Pendidikan Barat Dan Pendidikan Islam Terhadap Munculnya Nasionalisme Indonesia
1. Pengaruh kekuasaan colonial
Sejak awal kedatangan imperialisme Barat, sebagian besar bangsa Indonesia memang belum memiliki dasar pendidikan yang cukup. Pengetahuan yang mereka miliki pada umumnya sangat tradisional dan diperoleh secara turun – temurun. Bangsa – bangsa Barat pun berusaha menguasai Indoensia secara politik, ekonomi, sosial dan budaya. Silih berganti seperti Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda menguasai Indoensia.
Pada masa pendudukannya di Indonesia Belanda menerapkan Pax Nederlandica, yaitu Belanda berusaha menyatukan wilayah Hindia Belanda dalam satu kekuasaan yang terpusat. Hal inilah yang menimbulkan kesadaran bangsaIndonesia dalam mewujudkan pergerakan nasional.
Sejalan dengan berkembangnya paham imperialisme modern di Eropa yang lebih menitikberatkan pada eksploitasi ekonomi, maka dikenallah Politik pintu terbuka, yaitu pemerinta Belanda membuka kesempatan yang seluas – luasnya kepada pemilik modal asing atau perusahaan – perusahaan asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu politik tersebut banyak mendapat kritkan dari berbagai tikoh, antara lain Baron van Hauvel dan Van Deventer.
Rabu, 01 Februari 2012
LATAR BELAKANG LAHIRNYA PERGERAKAN NASIONAL

Lahirnya nasionalisme bangsa Indonesia didorong oleh dua faktor, baik faktor intern maupun faktor ekstern.
Langganan:
Postingan (Atom)

