Kamis, 29 Maret 2012

MONUMEN NASIONAL (MONAS)



Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 - 15.00 Waktu Indonesia Barat. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.


Setelah pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Jakarta setelah sebelumnya berkedudukan di Yogyakarta pada tahun 1950 menyusul pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1949, Presiden Sukarno mulai memikirkan pembangunan sebuah monumen nasional yang setara dengan Menara Eiffel di lapangan tepat di depan Istana Merdeka. Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang. Pada tanggal 17 Agustus 1954 sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara perancangan monumen nasional digelar pada tahun 1955. Terdapat 51 karya yang masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad.

Minggu, 25 Maret 2012

ULANGAN ONLINE KLS VIII


Bagi Siswa Kelas VIII SMP ISLAM YPI PARUNGKUDA Kab.Sukabumi, sesuai dengan pengumuman sebelumnya, bahwa untuk mengisi liburan (Ujian Sekolah Kakak Kelasnya ) siswa kelas VIII akan melaksanakan Ulangan Harian II Online dimana saja anda berada. Sebelum mengerjakan soal perhatian beberapa hal berikut :

  1. Isilah Identitas Anda terlebih dahulu, Nama, Kelas, Tempat Lahir dan tanggal lahir.
  2. Bacalah soal dengan teliti sebelum anda menjawabnya
  3. Memilih jawaban dengan mengklik bulan kecil samping kiri jawaban
  4. Periksa ulang jawaban anda sebelum mengirimkan jawaban
  5. Klik " KIRIM JAWABANKU " untuk mengirim jawaban anda
  6. Apabila Kirim Jawabanku tidak muncul atau soal muncul sebagian caranya : tekan ctrl + roll mouse gelindindingkan ke atas (Zoom Kecil )
  7. Untuk melihat nama anda sudah terkirim apa belum Klik Beranda, kemudian lihat nama anda yang ada di samping kanan IP, Nama, Kelas.

APABILA MENEMUKAN KESULITAN, Minta bantuan ke operator Warnet, kakak kelas atau siapa saja yang bisa membantu anda menyelesaikan ulangan harian ini.


UNTUK SOAL ULANGAN KLIK :

Jumat, 23 Maret 2012

REVOLUSI AMERIKA


Revolusi Amerika:

1.  Revolusi Amerika berawal dari: Pertentangan Inggris terhadap koloni-koloninya di benua Amerika. Pemerintah Inggris Sebagai negara induk merasa berhak membebankan pajak yang tinggi terhadap koloni-koloninya. Tentu saja koloni-koloni menolak pajak yg dibebankannya itu. Pertentangan ini menyebabkan:
a.  terjadinya Perang Kemerdekaan Amerika (1775 – 1783) dan 
b.    terbentuknya pemerintahan Amerika Serikat yang merdeka penuh.

2.    Sebab-sebab Perang Kemerdekaan Amerika:
a. Jajahan Inggris di Amerika tidak didirikan oleh pemerintah Inggris, tetapi  diciptakan oleh pelarian-pelarian agama yang tidak tahan hidup tertekan di Inggris karena agamanya dilarang pemerintah Inggris. Mereka keluar dari Inggris mencari kebebasan hidup dan mendarat di Amerika. Karena itu, maka orang-orang Amerika sangat mencintai kebebasan dan kemerdekaan. Tetapi Inggris menganggap Amerika itu sebagai tanah jajahannya dalam arti yang kolot.

REVOLUSI RUSIA


1. Keadaan Rusia Sebelum Revolusi 1917.

Rusia adalah Negara kerajaan diperintah oleh seorang Tsar atau kaisar.Sebagian besar Tsar yang memerintah di kerajaan Rusia bersifat otoriter dan bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya.

Ketika Tsar Nicholas II (1894-1917) memerintah Rusia, ia menjalankan pemerintahan dengan sangat reaksioner, tetapi dalam bidang ekonomi bersifat progresif. Hal ini menyebabkan industrialisasinya berkembang pesat. Kemajuan industri menyebabkan berkembangnya gerakan sosialisme di Rusia.Akibatnya Tsar Nicholas ii menjadi korban dari gerakan sosialisme. Pada tahun 1917,Tsar Nicholas II diturunkan dari tahta kerajaannya & dibuang ke Serbia. Tahun 1918, Tsar Nicholas bersama dengan keluarganya dibunuh oleh kaum Komunis (Bolsjewiki/Bolshevik).


Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa pemerintahan Tsar Nicholas ii adalah sbb:
a.  Industralisasi. Menteri Keuangan yaitu sergey witte, berjasa dalam perkembangan industri di Rusia sejak th. 1892. Industri ini dibangun agar dapat bersaing dengan negara-negara Eropa Barat.Industri yang dibangun, seperti industri tekstil. pertambangan batu bara,minyak,besi,dst.
b.    Munculnya Sosialisme di Rusia. Perkembangan industri yang cukup pesat menyebabkan munculnya golongan buruh (proletar) yang berakibat kemunculan gerakan sosialisme pada masa pemerintahan Tsar Nicholas II, George Plekhanov mendirikan Partai Sosial Demokrat (1898) programnya adalah persamaan dalam hukum, kemerdekaanpers, berbicara,berkumpul serta perbaikan nasib buruh dan tani.Pada tahun 1903 Partai Sosial Demokrat pecah menjadi Partai Sosialis(Mensjewiki/Menshevik)yang dipimpin oleh George Plikhanov kemudian dilanjutkan oleh Kerensky. Partai lainnya adalah Partai Komunis (Bolsjewiki/Bolshevik) yang dipimpin oleh Vladimir Ulyanov(nama samaran Lenin),kemudian beralih kep[ada Josef Dschugaschvili(terkenal dengan nama Salatin).

Selasa, 20 Maret 2012

MELETUSNYA REVOLUSI PRANCIS 1789


Banyak faktor yang menyebabkan pecahnya revolusi ini pada tahun 1789. Masa pemerintahan Raja Louis XVI tampaknya tidak sanggup untuk menangani segala krisis yang terjadi, bahkan terlalu kaku dalam menghadapi perkembangan dunia. Selain itu, kemunculan kaum borjuis yang membawa angin perubahan dan sejumlah ambisi untuk melakukan pembaruan menjadi pendorong kuat timbulnya gerakan-gerakan penuntutan terhadap pemerintahan yang ada pada

saat itu. Hal ini diperkuat dengan berkembangnya ide-ide pencerahan yang telah merambah ke kalangan kaum petani, para buruh, dan individu yang berasal dari kelas yang merasa disakiti. Adapun hal-hal yang menyebabkan terjadinya Revolusi Prancis, adalah sebagai berikut.

  1. Kemarahan terhadap absolutisme kerajaan.
  2. Kemarahan terhadap sistem seigneurialisme di kalangan kaum petani, para buruh, dan sampai batas tertentu, kaum borjuis.
  3. Bangkitnya gagasan-gagasan pencerahan
  4. Utang nasional yang tidak terkendali, yang disebabkan dan diperparah oleh sistem pajak yang tak seimbang.
  5. Situasi ekonomi yang buruk, sebagian disebabkan oleh keterlibatan Prancis dan bantuan terhadap Revolusi Amerika.
  6. Kelangkaan makanan pada bulan-bulan menjelang revolusi.
  7. Kemarahan terhadap hak-hak istimewa kaum bangsawan dan dominasi dalam kehidupan publik oleh kelas profesional yang ambisius.
  8. Kebencian terhadap intoleransi agama.
  9. Kegagalan Louis XVI untuk menangani gejala-gejala ini secara efektif.

GUILLOTINE


Guillotine adalah sebuah alat untuk membunuh seseorang yang telah divonis hukuman mati dengan cepat dan 'manusiawi'.

Guillotine menjadi terkenal pada Revolusi Perancis, tetapi sebenarnya sebelumnya sudah ada alat seperti ini. Guillotine dinamakan menurut Joseph Ignace Guillotin (1738 - 1814), yang menyarankan supaya memakai alat ini sebagai alat eksekusi. Ironisnya ia sendiri sebenarnya tidak setuju dengan hukuman mati. Ia berharap bahwa alat'nya' akan menghapuskan hukuman mati.

Pada Revolusi Perancis, dibutuhkan sebuah alat yang mampu mengeksusi para terdakwa secara cepat. Guillotine ini mencukupi persyaratan ini, maka di setiap desa di Perancis di tengah pasar lalu ditempatkan.

Pada tanggal 25 April 1792, Nicolas Jacques Pelletier adalah korban pertama guillotine. Secara total pada Revolusi Perancis puluhan ribu orang dieksekusi menggunakan alat. Di Paris sendiri saja diperkirakan 40.000 orang dibunuh dengan guillotine, antara lain Raja Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette.